edisi 01

DARI REDAKSI

email: trahpugeran@yahoo.com, weshank_gnee@yahoo.co.id

tel/sms: 0812 9259978

fax: 0274 414187

Ass. Wr.Wb.

Bismillaahir rahmaanir rahiim
Suatu anugerah yang patut disyukuri bahwa diawal tahun 2009 bisa terbit buletin keluarga trah pugeran. Meskipun masih jauh dari sempurna, melalui buletin ini diharapkan dapat runtut-runut terbit sekali dalam tiga bulan guna menampung berita keluarga, menyampaikan informasi, membagi pengalaman dan ceritera unik juga menampung potensi keluarga yang berminat dan hobi menulis.

Misi dari buletin ini adalah menyambung balung-apisah guna memperkuat tali silaturahim diantara keturunan dan kerabat GPH Puger. Hidup kita tidak lepas dari masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu lebih arif apabila kita tidak meninggalkan sejarah untuk meneropong perkembangan masa depan. Nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh nenek moyang kita hendaknya bisa menjadi suri tauladan dan spirit untuk menuju pada kehidupan dan penghidupan yang lebih baik secara moral, material dan spiritual.

Kelangsungan terbit buletin ini tidak lepas dari dukungan dan sumbangan anggota keluarga dan kerabat. Oleh karena itu kepada yang berkehendak kami harap dapat berperan serta menyempurnakan buletin ini baik dari aspek teknis, redaksional, substansimateri dll. Sehingga kelak menjadi buletin keluarga yang lebih informatif, ideal dan berkelanjutan.
Wabillahil taufik wal hidayah
Wass.Wr.Wb.
(Mbak Nus Purnadi)

puger3
MENGENANG EYANG  GPH PUGER

Edisi perdana bulletin atau kalawarta ini kita beri judul “BERITA Trah PUGERAN”, karena idenya, isinya dan tujuannya adalah mengenai dan diperuntukkan bagi semua keluarga dari Trah Pugeran.
Pada awal lembaran berita utama ini, marilah kita mulai dengan mengenang Eyang Gusti Pangeran Haryo Puger sebagai leluhur dari semua anggota keluarga Trah Pugeran. Terutama bagi generasi muda sebagai cucu, cicit, buyut, canggah dan bahkan keturunan sesudah itu sebaiknya kita ingatkan kembali, siapa sih eyang Puger yang kita hormati dan perlu kita kenang itu?
GPH Puger adalah salah seorang putra paduka Sri Sultan Hamengku Buwono ke-VI dari kraton Ngayogyokarto Hadiningrat (Jogja), ibundanya bernama Gusti Kanjeng Ratu Hageng yang berasal dari desa, putri Kyai & Nyai Hageng Prawirorejoso yang dimakamkan di Gunung Pengklik desa Payak di selatan candi Prambanan (Jogja). Ini perlu kita kenang bahwa semua keluarga Trah Pugeran itu selain keturunan dari kraton ternyata juga keturunan seorang putri dari desa, semoga ini merupakan salah satu kenangan yang membanggakan bagi kita semua dan selalu bersikap bijaksana dan tidak merasa rendah diri.
Eyang Puger putra nomor 20 dari total 23 bersaudara, beliau wafat pada 28 Oktober 1929 dalam usia 71 tahun dan disemayamkan di pasareyan Pajimatan Kedhaton Besiyaran Imogiri. Untuk itu ayo kalau ada kesempatan bersama kita Ziarah ke Imogiri dan Pengklik yang tentram dan damai, dan jangan lupa ndalem Pugeran dan kampung Pugeran yang ada di Jogja tempat eyang Puger kita sekeluarga dulu bermukim.
Sementara ini sekian dulu ya, kalau saudara-saudarakupunya kenangan, kisah dan foto-foto tempo dulu tentang eyang Puger silahkan ditulis, nanti kita terbitkan di Berita Trah Pugeran edisi berikutnya (PUNG SUDIRO)

PINISEPUH KEL. PUGERAN YANG BERDOMISILI DI JAKARTA

Para pinisupuh dari Keluarga Trah Pugeran jika kita urut berdasarkan abunya yang lebih tua dan saat ini berdomisili di Jabodetabek antara lain mulai dari  Ibu Imtamtarinah Supriyohartono, ibu Siti Rahmani Notoprojo, ibu Kuswandiyah Mamiek Katamsi, ibu Kusumardiah Mugihardjo Purbowilogo, mas Roostamhady Suwandi Hardjopradoto (romo Kunchunk), ibu Sri Redjeki Sutiardjo, mas Wiwiek Wibadswo, ibu Siti Sutiyanti Soediatmo, ibu Oemi Thamtirin Dhono Wibowo, mas Bambang Kesowo dan masih banyak yang belum sempat kita sebutkan karena data base silsilah pugeran sedang di update. Kita tunggu lho partisipasi saudaraku untuk menuntaskan proses updating tersebut (PUNG S)

IBU NUS PURNANDYA BRAMANTYO (mbak Nus) PENGGAGAS DITERBITKANNYA BERITA TRAH PUGERAN

Siang itu keresahan dan kebosanan tampak jelas diwajah para undangan yang rawuh di pertemuan triwulanan trah pugeran. Acara selalu mundur karena masih akan ada yang lebi banyak hadir. Ternyata yang hadir hanya “keluarga yang itu-itu juga”, seolah-olah keluarga  eyang Puger hanya mempunyai keturunan sedikit. Apakah bisa juga diartikan yang mengakui keturunan eyang Puger hanya “yang itu-itu saja”. Menurut cerita dari mas Dhono Wibowo (sekretaris legendaris trah Pugeran) ketika itu dalam acara pernikahan mas Dhono dan mbak Umi tahun 1968 (jadi sudah 40 tahun yang lalu), ibu Noto Dewi (alm) menyampaikan usul supaya dibentuk ajang silaturahmi untuk para keturunan eyang GPH.Puger, khususnya yang berdomisili di Jakarta dan usulan ini mendapat sambutan positif. Kemudian mulai diadakan silaturahmi di ndalem romo Sukro Purnadi Purbocaroko (alm) di jalan Kenari Salemba Jakarta, bahkan juga pernah diadakan di ndalem ibu Siti Notoprojo di Serpong.

Sesuai kondisi dan situasi pasang surut selanjutnya silaturahmi trah Pugeran Jabodetabek tetap berlangsung hingga kini. Alangkah sayangnya bila ajang silaturahmi keluarga ini harus bubar begitu saja. Wadah ini adlah identitas keluarga yang mempunyai sifat dan nilai istiwewa, diturunkan oleh orang yang mulia dan terhormat. Menjunjung tinggi asma Leluhur adalah menghormati dan menghargai diri sendiri dan keluarga. Perkembangan teknologi memungkinkan kita bersilaturahmi menembus jarak, bisa melalui telpon, email dan bulletin sebagai alat komunikasi. Oleh sebab itu  saya bersama romo Poeng Purwanto Sudiro mencoba meneruskan misi pendiri komunitas ini untuk memperkenalkan, mendekakan dan mengakrabkan keturunan kerabat trah Pugeran melalui bulletin tigabulanan ini. Mungkin berhasil mungkin juga tidak, tapi paling tidak kami sudah mencoba membuat wadah yang bisa dibaca oleh keluarga besar. Sehingga anak cucu kita tidak kehilangan jejak asal usul dan nilai-nilai warisan leluhurnya, memahami serta menjaga martabat budaya keluarga untuk menyambung tali silaturahim, Insya Allah.

“kahanan donyo ora langgeng, mula aja ngegungake kesugihan lan drajadira, awit sumangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-isini”
(keadaan dunia ini tidak abadi, oleh karena itu jangan mengagung-agungkan kekayaan dan derajatmu, sebab bila sewaktu-waktu terjadi perubahan keadaan, Anda tidak akan menderita aib)

puger2

SERAT KEKANCINGAN YANG TERNYATA BERARTI BAGIKU (oleh: romo Kunchunk)

Sekitar tahun 71-an saat cuti kerja bersamaan libur kuliah dari Jakarta aku sowan swargi romo Diro di ndalem Mangkubumen Yogyakarta. Wakt itu aku merasa seolah-olah dipaksa beliau diajak kekantor administrasi Keraton di Magangan untuk ngurus Serat Kekancingan. Kata momo pertimbangannya adalah “biar kamu nggak kepaten obor Chunk, karena kamu itu yatim piatu dari kecil”. Jujur saja saat itu ak merasa skeptis tentang arti kegunaannya. Hampir mirip dengan “Surat Kelahiran”. Serat kekancingan adalah berbahasa dan berhuruf Jawa Kuno serta dilengkapi dengan bagan alur cabang keturunan hingga Sri Sultan Hamengku Buwono (Sultan HB). Kalau Trah Pugeran ya semestinya disebut keturunan Sultan HB-VI. Karena eyang GPH.Puger adalah putera Sultan HB-VI dan ibuku adalah puteri ragil GPH.Puger.

Waktu itu diperlukan minimal dua orang saksi yang disumpah untuk mendapatkan Serat Kekancingan. Kebetulan saksi-I ku adalah pak lik romo Diro (RM.Sudiro) sendiri yang juga adik ragil ibuku RA.Roosiyah Suwandi, sedngkan saksi-II ku adalah kangmas yan maaf aku lupa namanya, pejabat kepala bagian Pendataan Administrasi Keraton Jogja, yang kebetulan sekali adalah salah satu yang hadir saat ibuku membuat acara selamatan (aqiqah) kelahiranku di Suryoputran tanggal 23 Mai 1947 (kurang lebih 25 tahun dari saat itu). Dengan sedikit heran dan kaget beliau berkata “weladalah, jebule kowe tho sing jenenge dimas Khuncung, aku isih eling wektu iku bu Wandi (nama populer ibuku)ngundang aqiqah kelahiranmu. Aku tonggo mburi daleme ibumu. Aku melok ndongo lho dimas. Jebule jeneng tenanmu iku Roostamhadi tho… koq koyo ora njawani ngono….he….he….”, balasku: “injih kangmas, wah matur sembah nuwun lho nandalem koq taksih kemutan kulo…”. sambil menyodorkan formulir untuk diisi “yo wis aku lan romo Diro dadi saksimu, wis bereslah… iki tulisen…”

Kurang dari sebulan aku sudah terima Serat Kekancingan tersebut via pos kilat dari romo Diro, meskipun aku sendiri tidak gape ngebaca dan mengartikannya. Untungnya aku termasuk orang yang rapih dalam masalah kearsipan. Sejak saat itu barang tersebut ada dalam berkas kearsipanku.

Kurang lebih sepuluh (10) tahunan sesudah itu, tepatnya tahun 1983an, saat aku akan di screening atau litsus oleh Pertamina karena aku diterima bekerja di Perusahaan Minyak Asing, tidak ada kompromi, semua syarat administrasi harus dilengkapi selengkap-lengkapnya. Satu-satunya yang aku merasa gak punya adalah Surat Akte Kelahiran. Sementara waktu makin mendesak aku akhirnya bertekad menyerahkan Serat Kekancinganku itu.

Untuk diketahui pada era orde-baru itu, acara screening atau litsus adalah hal yang cukup mencekam, karena kalau terjadi ketidak cocokan antara data-data yang diberikan dengan hasil interview bisa berakibat fatal, tidak lulus litsus, atau bahkan bisa dituduh simpatisan partai terlarang. Banyak juga yang mendapat perlakuan tidak terhormat dengan dimaki-maki, dibentak dll. Kebetulan aku punya sobat bernama pak Tony Priyambodo yang bisa menterjemahkan Serat Kekancingan kedlam bahasa Indonesia, sehingga screener yang galak-galak itu bisa mengartikannya. Nggak tau kenapa, Alhamdulillah aku terhindar dari perlakuan yang tidak semestinya serta lolos dengan mudah. Padahal di Serat Kekancingan itu hanya menjelaskan siapa ibuku, kakekku dan kakek buyutku yang kebetulan adalah Sultan HB-VI. Nama bapakku sendiri Suwandi Hardjopradoto (aku memanggilnya ‘papi’) yang konon berasal dari Solo bahkan tidak disebut didalamnya.

Dari sejak saat itu, meskipun di surat-surat resmiku aku tidak pernah mencantumkan Raden Mas didepan namaku, aku merasa betapa berharganya Serat Kekancingan ini buatku, dan akupun telah melengkapinya untuk kedua anak-anakku. Atikah dan Ibrahim. Untuk itu aku tidak akan pernah lupa kepada romo Diro swargi dan jeng Yanti (putri kedua romo Diro) yang telah membantu menguruskan Serat Kekancingan tersebut. (mas Chunk)

HIMBAUAN ROMO MAMIEK KATAMSI KEPADA PARA ANGGOTA TRAH PUGERAN

Anggota Trah Pugeran dan pembaca yang budiman. Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas terbitnya bulletin Trah Pugeran, demikian juga Selamat Hari Natal bagi yang merayakannya serta selamat Tahun Baru 2009.

Bulletin ini merupakan ajang dan alat komunikasi yang memuat segala informasi bagi seluruh Trah Pugeran terutama yang berdomisli di Jabodetabek, baik mengenai kelahiran, perkawinan, pndah alamat, yang sakit, yang meninggal dan lain sebagainya. Seingat saya pertemuan Trah yang selalu saya ikuti pada beberapa puluh tahun silam, semenjak mas Soepriyo Hartono, mas Suryo Driardono, mas Soeyato dan masih banyak lagi yang semas itu beliau-beliau masih sugeng, saya mendapat kesan bahwa para putro-wayah keturunan eyang Puger pada saat itu sangat guyub-rukun sehingga, setiap ada uleman Trah selalu menyempatkan hadir, hal ini bisa menjadi contoh bagi kita semua yang belakangan ini cenderung suasananya sangat berbeda sehingga setiap diadakan pertemuan Trah saya perhatikan bahwa yang hadir sangat sedikit dibanding undangan yang diedarkan, meskipun diadakannya hanya setiap tiga bulan sekali, hal ini sangat disayangkan.

Kita harusnya bersyukur mempunyai “wadah” seperti ini, karena setiap pertemuan adalah sebagai ajang yang tepat untuk silaturahmi bagi keluarga besar Trah Pugeran. Saya sangat menyesal apabila Trah Pugeran yang telah kita pupuk, kita bina bersama dan telah berdiri serta berlangsung sekian lama tidak kita pelihara dan lestarikan dengan baik. Kita berkewajiban untuk mempertahankan dan menyelamatkan Trah Pugeran, agar wadah ini tetap menjadi tumpuan dan alat pemersatu, kita harus merasa melu handar-beni. Saya menghimbau untuk selanjutnya apa bila kita mendapatkan uleman pertemuan Trah, marilah bersama-sama ngrawuhi. Matur nuwun.

puger1

BUKU SILSILAH PUGERAN SEBAGAI PENYAMBUNG BALUNG-APISAH

Buku Silsilah Pugeran yang telah disusun kembali oleh eyang Diro dan romo Oentoeng Ronodirdjo yang dibantu oleh romo Oranyenassau Condrosari, romo Maryunani Nandopawoko dan romo Soeryo Driardono hingga kini telah mengalami updating antara lain oleh romo Soerjodriantoro dan romo Soeryopugiarto (beliau semua sudah alm). Kita perlu acungkan jempol kepada beliau semua yang telah merajut tali persaudaraan kita bagaikan menyusun kembali tulang-tulang yang berserakan. Untuk itu kta semua menghaturkan penghargaan dan terimakasih sebesar-besarnya.

Sekarang anggota keluarga Trah Pugeran semakin banyak. Menjadi kewajiban kita semua untuk meneruskan rajutan silsilah Pugeran, karena dengan itu akan mempermudah kita saling menyambung tali silaturahmi keluarga Trah Pugeran. Sarana untuk ini sudah kita siapkan dengan computerize menggunakan software “Famil Tree Maker”. Beberapa hasil print-out meskipun belum lengkap kami coba lampirkan di bulletin ini sebagai contoh.

Data lengkap nama & alur anggota Trah Pugeran yang terbaru sangat kami nantikan, silahkan disampaikan melalui email redaksi “Berita Trah Pugeran”, atau SMS ke mas Budi Sudarto Koesoemosoebroto: 0812 9022821 (pung sudiro)

“dumadining sira iku lantaran anane bapa biyungira”
(terjadinya dirimu itu melalui adanya ibu-bapakmu)
Your existence is given you through your parents

SAYEMBARA BERHADIAH !!!

Dalam rangka penyegaran atribut Paguyuban Trah Pugeran (PATRAP) Jabodetabek, akan diadakan sayembara sayembara membuat design logo sebagai symbol PATRAP Jabodetabek yang baru. Ketentuan pembuatan design logo adalah sebagai berikut:
1.Peserta adalah para kerabat trah pugeran yang berdomisili di Jabodetabek, 2.Bentuk logo, tekstur, warna, tulisan logo bebas tap bermakna, 3.Gambar, arti dan makna logo harus memperlihatkan identitas dari pad Trah Pugeran, 4.Juri dalam sayembara ini akan ditentukan kemudian, 5.Bagi yang terpilih akan diberikan hadiah dn hak cipta ada pada redaksi, 6.Boleh mengajukan lebih dari satu design, 7.Design logo diserahkan keredaksi selambatnya 30hari sesudah sayembara ini diumumkan.

“keseluruhan ilmu pengetahuan tidaklah lebih dari penyempurnaan pemikiran sehari-hari” (albert einstein)

DONATUR BULETIN

Untuk memenuhi kebutuhan biaya penerbitan buletin ini, pada awalnya kami telah mendapat sumbangan dana dari para kerabat sebagai tersebut di daftar berikut:

1.romo Chunk Roostamhady          Rp200.000
2.romo Poeng Purwanto Sudiro    Rp150.000
3.mbak Nus                Rp100.000
4.mas Dhono              Rp  25.000
5.ibu Baik Hati           Rp  25.000
6.Sekar                Rp  10.000
7.Cita                   Rp  10.000
8.jeng Nunik Purnadi            Rp  50.000
Jumlah Rp 570.000
Sumbangan berupa kertas 3 rim diterima dari romo Mamiek Katamsi
Matur nuwun sedayanipun

Untuk mendukung kelangsungan terbitnya buletin ini secara kontinyu 3 bulan sekali, redaksi menghimbau adanya sumbangan berupa apapun dari poro sederek trah pugeran. Untuk itu sebelumnya redaksi menghaturkan terimakasih.

BERITA KELUARGA

Telah dilangsungkan pernikahan antara Yari putri kelima romo Rooswindo Suwandi (alm) dengan Indra pada tanggal 18 Januari 2009. Selamat bahagia untuk kedua mempelai !

IKLAN MINI

Tahu sehat tanpa formalin. Buatan alumni FTP UGM Rp 10.000/bungkus. Hub. 08174914984

CALON PENGURUS BARU

Susunan Pengurus Trah Pugeran wilayah Jabodetabek 2009-2012 (draft):
Ketua         :romo Chunk Roostamhady Suwandi
Wakil        :romo Poeng Purwanto Sudiro
Sekretaris1    :mas Budi Sudarto
Sekretaris2    :mas Dhono Wibowo
Bendahara1    :mbak Ani Notoprodjo
Bendahara2    :mbak Rience Katamsi
Seksi usaha1    :mas Heri Katamsi
Seksi usaha2    :mas Sentot Notoprodjo
Seksi usaha3    :mbak Nuk Sitangsu
Seksi arisan1    :mbak widayatsari Kertonegoro
Seksi arisan2    :mbak Ani Kuswadji
Buletin/humas/penghubung/seksi sosial/pembantu umum (masih dirangkap):mbak Nus Purnadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: